Osmila Primajaya (Opj) foundation adalah Lembaga Kemasyarakatan non profit yang mengkhususkan diri pada penanganan, palatihan, ketrampilan, & Peningkatan Keahlian Masyarakat berbasis pendidikan kerakyatan Secara Terpadu ( Integrated Disaster Management )

Jenis-Jenis Kertas

Monday, 12 March 2012

Ada dua jenis kertas yang utama digunakan sekarang yaitu kertas kasar dan kertas lunak. Semua kertas yang digunakan untuk kemasan diklasifikasikan sebagai kertas kasar. Kertas halus digunakan sebagai kertas tulis surat obligasi, buku besar, buku dan kertas sampul.
Kertas digunakan untuk mengemas bahan pangan disebabkan oleh alas an-alasan kemudahan pemakaian dan mudah pula diberi label (tulisan periklanan). Kertas dengan ketebalan 0-3 mm digolongkan dalam kemasan lentur (fleksibel).
Kertas yang paling kuat dan paling banyak digunakan untuk kemasan adalah yang kita kenal sebagai kertas kraft dengan warna yang alami. Jenis kemasan kertas lebih ringan bobotnya, murah, mudah dalam pembentukan kemasan dan pelabelan.

Kertas dibuat dari bahan-bahan berserat (kadar selulosa tinggi) dengan atau tanpa bleaching, dengan atau tanpa diberi filler dari pelapis lilin. Sifat-sifat kertas dipengaruhi pula oleh pembuburan, filler, dan perlakuan akhir atau calendaring.

1. Karton bergelombang

Merupakan karton yang terdiri atas bagian bergelombang yang kedua sisinya ditutup dengna lembaran karton yang direkatkan, bagian ini disebut liner. Karena konstruksi gelombang tersebut, karton bergelombang single dan double memiliki sifat yang kaku sehingga bisa digunakan untuk keperluan transportasi yang menjadikan karton ini dapat meredam getaran atau tekanan. Karton bergelombang ini biasanya digunakan sebagai kemasan sekunder.
Karton merupakan jenis kertas yang paling tebal (lebih dari 0.3 mm). Ukurannya 150-200 kg/m. Dalam pembuatannya tidak dilakukan penggelantangan. Sebagai filler digunakan tanah liat. Untuk karton 1 permukaan dan karton dua permukaan biasanya digunakan untuk pembuatan dus (box) dengan berbagai bentuk.

2. Kertas daluang

Merupakan jenis pengemas yang popular karena sifat praktis dan harganya relatif murah. Mudah dilipat sehingga hanya memerlukan sedikit tempat dalam pengankutan dan penyimpanan. Untuk meningkatkan daya tahan minyak atau fungsi penahan lain dapat dilakukan laminasi pada bagian dalam.

3. Kertas krep

Kertas yang permukaannya berkerut-kerut, mempunyai daya renggang dan daya serap yang tinggi. Kertas ini digunakan untuk membungkus dan mengemas serta dapat juga digunakan untuk dekorasi.

4. Kertas laminasi

Kertas yang permukaannya dilaminasi dengan menggunakan bahan lain. Bahan untuk melaminasi yang biasanya digunakan adalah plastik, alumunium foil, lilin, dan sebagainya. Kertas ini mempunyai warna kecoklatan. Pada penggunaannya sebagai kemasan, kertas laminasi biasanya direkatkan dengan menggunakan panas dan terdapat dalam bentuk kantung ataupun kotak. Contoh kemasan yang terbuat dari bahan kertas lapis adalah tetra pack yang terdiri dari lilin, karton, alumunium foil, dan polietilen.

5. Kertas Tisu

Mempunyai sifat sangat ringan dan mengalami penggelantangan atau setengah dikelantang dan bersifat sangat porus. Tisu merupakan jenis kertas yang termasuk dalam golongan kertas yang mempunyai permukaan halus dengan ketebalan yang tipis serta transparan.

6. Kertas glasin 

Merupakan kertas yang tahan terhadap minyak dan lemak, tidak tahan air, penutupan kemasan cukup mudah karena sifatnya yang tipis sehingga mudah dibentuk. Kertas glasin dapat digunakan untuk produk yang mempunyai kadar minyak berlebih sehingga minyaknya terserap dan menjadi berkurang. Biasanya digunakan untuk mengemas mentega, keju, permen dan produk-produk kering karena mempunyai daya serap minyak yang baik.Permukaan kertas glasin licin karena adanya proses pengecatan (calendaring).

7. Kertas perkamen 

Merupakan kertas yang tembus pandang (transparan) tetapi kertas jenis perkamen ini mempunyai tekstur yang lebih kasar jika dibandingkan dengan kertas glasin dan minyak, permukaan yang licin, dan jika terdekorasi mempunyai efek pewarnaan yang baik. Kertas perkamen biasanya digunakan sebagai kemasan mentega, keju dalam bentuk bungkusan, dan juga dapat digunakan sebagai label. Kertas jenis ini dibuat dengan proses sulfiric acid serta proses pengelantangan (bleaching) sehingga kertas jenis ini mempunyai sifat yang tahan dalam keadaan basah, mempunyai ketahanan yang baik terhadap lemak, tidak terang (baur).

8. Kertas roti 

Mempunyai sifat tidak mudah lengket pada bahan pangan, maka kertas jenis ini sering digunakan sebagai alas ataupun sebagai pembungkus. Sesuai dengan namanya kertas roti ini biasanya digunakan untuk membungkus roti dan juga dapat sebagai alas untuk mencetak kue agar tidak lengket.

9. Kertas kraft

Berwarna coklat merupakan warna alami hasil dari pembleachingan. Kertas kraft mempunyai tekstur yang sangat kuat karena proses pembuatannya yang menggunakan sulfat dan perlakuan bleaching atau pemucatan. Karena teksturnya yang sangat kuat sehingga sering digunakan sebagai bahan untuk mengemas bahan yang mempunyai berat jenis yang besar. Selain itu juga biasanya digunakan sebagai kemasan sekunder dalam bentuk kantung, sak, pembungkus, tabung kaleng komposit, amplop, dan dapat dibuat karung dan sebagai pelapis papan bergelombang. Kertas ini sering digunakan karena harganya yang murah. Ketebalan dari kertas kraft ini sekitar 10-180 g/m2 dan juga bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan. Untuk pengemasan produk yang bersifat cair kemasan kertas dikombinasikan dengan bahan kemasan lain misalnya plastic atau alumunium foil.

10. Kertas Lakmus

Untuk mengidentifikasi larutan asam, basa, dan netral kita dapat mengujinya dengan menggunakan lakmus biru dan merah.
 

Most Reading